SOSIALISASI CPPBT DAN PPBT RISTEK DIKTI 2018

Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon (Polnam) bekerja sama dengan Ditjen Penguatan Inovasi  Kementerian Ristek dan Dikti, Senin 19 Agustus 2018 mengadakan Sosialisasi Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) dan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi yaitu berasal dari perseorangan/ masyarakt umum/perusahaan pemula (startup). Acara ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa Perguruan Tinggi di Maluku dan dosen dari Lingkungan Polnam. Acara ini dibuka oleh Wakil Direktur  Bidang Akademik Ir. Julius Buyang, MT dan diikuti oleh sambutan dari Perwakilan Ditjen Penguatan Inovasi Ir. Sri Latifah. 

Dalam sambutannya Wadir I menekankan pentingnya sosialisasi ini dan mengharapkan semakin banyak CPPBT yang tumbuh dari lingkungan Polnam sedangkan Ir. Sri Latifah mengatakan bahwa tujuan dari program ini adalah mendorong komersialisasi hasil inovasi teknologi dalam negeri serta menumbuh kembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT), sedangkan luaran dari program ini adalah tenant/perusahaan pemula berbasis teknologi yang dibina oleh inkubator bisnis maupun CPPBT dari lingkungan kampus, baik berasal oleh mahasiswa, PLP maupun dosen itu sendiri.

Pemateri dari sosialisasi ini adalah Ir. Sri Latifah yang memaparkan panduan untuk mengikuti program ini.  Sesi tanya jawab dilakukan setelah pemaparan Pemateri.

Materi dapat diunduh disini

 

 

Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT)

Menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan untuk menumbuhkembangkan perusahaan-perusahaan pemula berbasis teknologi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengoptimalkan instrumen kebijakan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), bagi perusahaan rintisan/startup teknologi melalui proses inkubasi oleh Lembaga Inkubator Bisnis. Program yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi melalui Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi ini telah berjalan sejak tahun 2015. Pada akhir tahun 2019, diharapkan akan menumbuhkan 1000 (seribu) startup teknologi.

Tahun 2018 ini, Kemenristekdikti melalui Program PPBT ini memberikan pendanaan kepada 144 startup teknologi dari seluruh Indonesia. Program tersebut membekali pendiri startup dengan pendanaan usaha, keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan sehingga dapat meminimalisir kegagalan dan menjadi startup yang berkualitas.

Agar pegiat startup tersebut memiliki pengetahuan dan kemampuan menjalankan sebuah perusahaan, Kemenristekdikti menyelenggarakan pelatihan “PPBT Business Camp” sebagai salah satu rangkaian kegiatan Program PPBT. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan dan skill kepada para pendamping tenan dari inkubator binis dan tenannya yang akan melaksanakan kegiatan inkubasi bisnis selama 8 bulan kedepan. PPBT Business Camp ini akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari pada tanggal 9 s.d. 13 April 2018 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, diikuti 288 peserta dari seluruh Indonesia. Para peserta ini terdiri dari 144 pendamping inkubator dan 144 tenant yang merupakan penerima pendanaan program PPBT 2018.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan Inovasi merupakan salah satu kunci pendorong dalam meningkatkan daya saing ekonomi bangsa. “Negara pemenang bukan negara dengan jumlah penduduk besar, bukan negara yang kaya, namun negara pemenang adalah negara yang memiliki inovasi. Contoh negara kaya yang memiliki kesulitan masalah finansial adalah Kerajaan Arab Saudi, penghasil minyak terbesar di dunia. Namun saat ini harga minyak turun, kebutuhan akan minyak pun turun, dan mereka mengalami goncangan,” ucap Menteri Nasir saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Perusahaan Pemula Berbasis Teknlogi Business Camp 2018, di Ballroom Mercure Hotel Ancol, Jakarta (10/4).

Dalam penguatan ekosistem inovasi menuju hilirisasi, pemerintah berperan penting dalam menyiapkan kebijakan dan regulasi, serta mengakomodir pelaku industri agar hilirisasi inovasi dapat berjalan baik. Pemerintah terus berkomitmen mendorong inovasi melalui program program percepatan, antara lain dengan pemberian pendanaan untuk penumbuhan usaha rintisan. Berkembangnya bisnis startup diyakini mampu menggerakan perekonomian ke arah yang lebih baik.

“Apabila semua proses startup, industri, dan pendidikan mampu terintegrasi dengan baik, maka diharapkan inovasi dapat berkembang dengan baik. Saya mendorong para peserta pelatihan PPBT Business Camp 2018 ini, untuk terus melakukan kajian mengenai target pasar startup yang kalian kembangkan, agar inovasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, ” imbuh Menteri Nasir.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Inovasi Jumain Appe mengatakan, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi selaku penyelenggara Program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) memberikan dana kepada pelaku usaha pemula berbasis teknologi. Dengan tujuan memberikan bekal pengetahuan dan skill dan pendampingan tenan dari Inkubator Bisnis, yang akan melaksanakan kegiatan inkubasi bisnis selama 8 bulan kedepan.

“Pelatihan PPBT Business Camp dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan bisnis dan komersialisasi produk inovasi teknologi agar dapat mengelola perusahaan rintisan/startup dengan baik dan dapat meningkatkan kesuksesan proses hilirisasi produk ke pasar,” ungkap Dirjen Jumain.

Dalam acara tersebut turut hadir Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Marsudi, Perwakilan Direktur PT. Kimia Farma, Perwakilan PT. Anugrah Mutu Maju Bersama, Perwakilan PT. Unilever Indonesia Tbk, Kabiro serta tamu undangan lainnya. (DRA)

Sumber: https://www.ristekdikti.go.id/kemenristekdikti-bekali-pegiat-startup-pengetahuan-dan-keterampilan-mengembangkan-perusahaan-melalui-pelatihan-ppbt-bussiness-camp/

SILAHKAN DOWNLOAD FILE PANDUAN PPBT 2019

 

 

Kemenristekdikti Berlanganan E-Journal Senilai Rp.14,8 M, Dosen, Peneliti, dan Mahasiswa dapat Mengakses Secara Gratis

Surabaya – Kabar gembira bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa di Indonesia. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2018 ini berlangganan database e-journal senilai Rp.14.815.350.000,-.

Peneliti, dosen, dan mahasiswa di Indonesia dapat mengakses database tersebut secara gratis, sebagai referensi berkualitas bagi penelitian dan publikasi.

Tahun 2018 ini, langganan database e-journal dibagi dalam empat paket untuk seluruh perguruan tinggi dan dua paket untuk lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) dibawah koordinasi Kemenristekdikti.

Database e-journal yang dilanggan diantaranya

EBSCO (Agriculture Plus, Computers & Applied Science, Engineering Source), Cangage (Business and Economic, Educational Database, Social Science, Humanities and Arts),
ProQuest (Arts & Humanities, Biological Science Database).

Khusus untuk LPNK ditambah dengan database Science Direct (Engineering, Chemical Engineering, Decision Science, Environmental Science, Social, Energy, Chemistry, Earth and Planetary, Biochemistry, Genetics and Molecular Biology) dan Scopus.

Direktur Pengelelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti Sadjuga, menjelaskan bahwa statistik jumlah pencarian pada database e-journal yang dilakukan oleh perguruan tinggi tahun 2017 sebanyak 3.449.092 pencarian dan jumlah unduhan fulltext artikel sebanyak 895.31, yang artinya rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 26%.

“Untuk LPNK, rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 472% atau 38.865 akses pencarian dan jumlah unduhan sebanyak 183.533 fulltext artikel,” ujar Sadjuga dalam lokakarya peningkatan kompetensi pemanfaatan database e-journal di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya (14/08) .

Masih minimnya publikasi ilmiah peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia di jurnal ilmiah yang terindeks oleh pengindeks internasional bereputasi, secara umum dikarenakan naskah yang diajukan dinilai kurang bermutu dalam hal orisinalitas dan kebaruan (novelty). Perihal orisinalitas dan kebaruan inilah sebagai akibat rendahnya akses pada referensi primer atau kekurangmutakhiran referensi database peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia.

“Kami memahami berlangganan e-journal ini mahal, sehingga akses dosen, peneliti ataupun mahasiswa terhadap referensi primer seperti ini terbatas. Bertahap, jika anggaran lebih besar kami akan berlangganan database e-journal bidang – bidang ilmu yang strategis lainnya, ”sambung Sadjuga

Selain itu, kerja sama Kemenristekdikti dan forum perpustakaan perguruan tinggi Indonesia terus dilakukan guna meningkatkan kompetensi pemanfaatan database e-journal dengan melaksanakan lokakarya ke beberapa kota di Indonesia.

Pemanfaatan E-Journal

Untuk dapat mengakses database yang dilanggankan oleh Kemenristekdikti, peneliti dan dosen dapat meminta username dan password melalui email helpdesk fasilitasijurnal@ristekdikti.go.id. Khusus untuk dosen dapat juga dilakukan dengan mengakses http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/ejournal/Default.aspx.

Dosen dan mahasiswa dapat mengakses melalui jaringan internet kampus dengan fasilitas IP-Address tanpa username dan password di kampus masing – masing dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan perpustakaan kampus.

“Kami menghimbau untuk dosen, peneliti, dan mahasiswa Indonesia silahkan dimanfaatkan secara maksimal akses e-journal ini,” imbuh Sadjuga.

Username dan password yang diterima tidak boleh diperjualbelikan, disebarluaskan dan ditampilkan dalam web, blog, email terbuka/mailing list dan mengunduh sistematis.

“Dengan adanya akses database ke e-journal, kami berharap meningkatnya publikasi berkualitas yang dihasilkan oleh peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia,” tutup Sadjuga.

Layanan Informasi
Ditjen Penguatan Risbang
dan
Heni Sukmawati
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

 

Portal e-journal:
Ebsco: http://search.ebscohost.com/
ProQuest: http://search.proquest.com
Cengage: http://infotrac.galegroup.com/
– Untuk Pencarian Terpadu: http://ristekdikti.summon.serialssolutions.com
– Panduan Akses E-Resources Tahun 2018
– Helpdesk: fasilitasijurnal@ristekdikti.go.id