KEGIATAN

Monitoring dan Evaluasi Penelitian PNBP 2019

Ambon, 29 Agustus 2019, Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon (Polnam), kembali mengadakan Monitoring dan Evaluasi Penelitian yang dibiayai PNBP 2019. Acara ini dibuka oleh Wakil Dierktur Bidang Keuangan dan Umum Bpk. Fentje Salhuteru, SE, M.Si. Reviewer yang dilibatkan berasal dari dalam dan luar Polnam. Untuk Bidang Rekayasa yaitu Ibu Dr. C Seumahu, Ssi, M.Si dari luar Polnam dan Bpk Dr. Obednego Nara ST,MT dari dalam Polnam. Sedangkan Bidang non rekayasa reviewernya adalah Ibu, Dr. Dwi Hariyanti, SE,AK,CA.

Kegiatan ini diikuti oleh 18 tim pengabdi yng terdiri dari dosen dan teknisi dilingkungan Politeknik Negeri Ambon. Kegiatan Monev ini ditujukan untuk melihat sampai sejauhmana laporan perkembangan 70% dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat . Tugas selanjutnya adalah memasukan laporan akhir yang juga akan dilakukan seminar laporan akhir penelitian PNBP 2019.

GALERI DISINI

Pelatihan Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat, Hak Paten dan HAKI

Ambon, 6 Agustus 2019, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Ambon, kembali mengadakan “Pelatihan Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat, Hak Paten dan HAKI” tahun 2019 bertempat di ruang rapat senat Politeknik Negeri Ambon. Kegiatan ini diikuti oleh 29 staff dosen yang pernah melakukan pengabdian kepada masyarakat dan memiliki prototipe produk.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman bagaimana menyusun pengabdian degan baik,  bagaimana melakukan kepengurusan hak paten dan ditutup dengan pengenalan sistem online journal sistem. Narasumber pada kegiatan ini adalah Bp. Dr. Wolter R. Hetharia ST, M.Sc dengan materi Metodologi Pengabdian kepada Masyarakat. LA MARGONO, SH, MH untuk materi Hak Paten dan HAKI, dan Marselin Jamlaay, ST,MT untuk materi Online Journal Sistem

Materi:

  1. Metodologi Pengabdian

  2. Hak Paten dan HAKI

  3. Online Journal Sistem

  4. Galeri

Pelatihan Metodologi Penelitian dan Strategi Penilaian Proposal Simlitabmas

Ambon, 5 Agustus 2019, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Ambon, kembali mengadakan “Pelatihan Metodologi Penelitian dan Strategi Penilaian Proposal Simlitabmas” tahun 2019 bertempat di ruang rapat senat Politeknik Negeri Ambon. Kegiatan ini dibuka oleh Dirktur Politeknik Negeri Ambon Bp. Dady Mairuhu ST, MM dan diikuti oleh 28 staff dosen dengan fungsional asisten ahli termasuk dosen baru dilingkungan Politeknik Negeri Ambon.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman bagaimana menyusun penelitian degan baik, apa saja skim-skim yang ada pada simlitabmas dan bagaimana penilaian proposal simlitabmas. Narasumber pada kegiatan ini adalah Bp. Dr.Paulus F Picauly, ST. M.Eng dengan materi Metodologi Penelitian. Dr. Dwi Hariyanti, SE, MM, Akt,CA untuk materi skim simlitabmas, dan Dr. Fransina Latumahina, ST. M.Hut untuk strategi penilaian proposal simlitabmas.

Materi:

  1. Metodologi Penelitian

  2. Skim Simlitabmas

  3. Strategi Peilaian proposal Simlitabmas, 1 dan 2

  4. Galeri

SOSIALISASI PENELITIAN KERJASAMA DENGAN BKKBN (KEMITRAAN)

  Ambon, Senin 8 April 2019. Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada  Masyarakat Politeknik Negeri Ambon Melaksanakan Sosialisasi Penelitian Kerjasama dengan BKKBN Cabang Maluku.  Sosialisasi ini diikuti oleh Dosen dari lima jurusan, masing-masing mengirim 10 orang perwakilan jurusan. Pembicara pada kegiatan ni adalah Ibu Ketua P3M sendiri, Dr. Dwi Hariyanti, SE, MM, Ak, CA. dan Dr. Elsina Aponno, SE, M.Si.

             Penelitian ini difokuskan pada masalah-masalah yang berhubungan dengan BKKBN seperti. Fertilasi, KB, Pelayanan kesehatan Ibu dan anak, Pemberian makan pada anak, PSP HIV-AIDS, Pemberdayaan wanita dan peran ayah dalam perawatan kesehatan keluarga. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang sudah disediakan oleh BKKBN melalui situs: www. sdki.bkkbn.go.id. Untuk mendapatkan data maka masing-masing dosen harus mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan username dan password yang dikirim melalui email masing-masing. Untuk menguplod proposal harus melalui operator pada P3M. Penelitian ini tidak dituntut rekam jejak yang sesuai dengan fokus penelitian diatas. Biaya penelitian sebesar Rp.12.000.000/proposal ditanggung oleh BKKBN bagi proposal yang disetujui dan melalui proses review. Tim peneliti maksimal 5 orang, maksimal 2 dari BKKBN dan maksimal 3 dari Dosen. Kuota sebesar 35, karena itu dosen polnam dapat berkompetisi melalui peneliti tersebut.

            Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan para dosen dapat membantu BKKBN dalam melakukan penelitian terkait fokus penelitian diatas.

Materi Sosialisasi:

  1. Materi Ibu Els Aponno, Unduh File 1, File 2, File 3
  2. Materi Ibu Dwi Hariyanti, Unduh File 1,

SOSIALISASI CPPBT DAN PPBT RISTEK DIKTI 2018

Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon (Polnam) bekerja sama dengan Ditjen Penguatan Inovasi  Kementerian Ristek dan Dikti, Senin 19 Agustus 2018 mengadakan Sosialisasi Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) dan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi yaitu berasal dari perseorangan/ masyarakt umum/perusahaan pemula (startup). Acara ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa Perguruan Tinggi di Maluku dan dosen dari Lingkungan Polnam. Acara ini dibuka oleh Wakil Direktur  Bidang Akademik Ir. Julius Buyang, MT dan diikuti oleh sambutan dari Perwakilan Ditjen Penguatan Inovasi Ir. Sri Latifah. 

Dalam sambutannya Wadir I menekankan pentingnya sosialisasi ini dan mengharapkan semakin banyak CPPBT yang tumbuh dari lingkungan Polnam sedangkan Ir. Sri Latifah mengatakan bahwa tujuan dari program ini adalah mendorong komersialisasi hasil inovasi teknologi dalam negeri serta menumbuh kembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT), sedangkan luaran dari program ini adalah tenant/perusahaan pemula berbasis teknologi yang dibina oleh inkubator bisnis maupun CPPBT dari lingkungan kampus, baik berasal oleh mahasiswa, PLP maupun dosen itu sendiri.

Pemateri dari sosialisasi ini adalah Ir. Sri Latifah yang memaparkan panduan untuk mengikuti program ini.  Sesi tanya jawab dilakukan setelah pemaparan Pemateri.

Materi dapat diunduh disini

 

 

Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT)

Menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan untuk menumbuhkembangkan perusahaan-perusahaan pemula berbasis teknologi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengoptimalkan instrumen kebijakan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), bagi perusahaan rintisan/startup teknologi melalui proses inkubasi oleh Lembaga Inkubator Bisnis. Program yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi melalui Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi ini telah berjalan sejak tahun 2015. Pada akhir tahun 2019, diharapkan akan menumbuhkan 1000 (seribu) startup teknologi.

Tahun 2018 ini, Kemenristekdikti melalui Program PPBT ini memberikan pendanaan kepada 144 startup teknologi dari seluruh Indonesia. Program tersebut membekali pendiri startup dengan pendanaan usaha, keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan sehingga dapat meminimalisir kegagalan dan menjadi startup yang berkualitas.

Agar pegiat startup tersebut memiliki pengetahuan dan kemampuan menjalankan sebuah perusahaan, Kemenristekdikti menyelenggarakan pelatihan “PPBT Business Camp” sebagai salah satu rangkaian kegiatan Program PPBT. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan dan skill kepada para pendamping tenan dari inkubator binis dan tenannya yang akan melaksanakan kegiatan inkubasi bisnis selama 8 bulan kedepan. PPBT Business Camp ini akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari pada tanggal 9 s.d. 13 April 2018 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, diikuti 288 peserta dari seluruh Indonesia. Para peserta ini terdiri dari 144 pendamping inkubator dan 144 tenant yang merupakan penerima pendanaan program PPBT 2018.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan Inovasi merupakan salah satu kunci pendorong dalam meningkatkan daya saing ekonomi bangsa. “Negara pemenang bukan negara dengan jumlah penduduk besar, bukan negara yang kaya, namun negara pemenang adalah negara yang memiliki inovasi. Contoh negara kaya yang memiliki kesulitan masalah finansial adalah Kerajaan Arab Saudi, penghasil minyak terbesar di dunia. Namun saat ini harga minyak turun, kebutuhan akan minyak pun turun, dan mereka mengalami goncangan,” ucap Menteri Nasir saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Perusahaan Pemula Berbasis Teknlogi Business Camp 2018, di Ballroom Mercure Hotel Ancol, Jakarta (10/4).

Dalam penguatan ekosistem inovasi menuju hilirisasi, pemerintah berperan penting dalam menyiapkan kebijakan dan regulasi, serta mengakomodir pelaku industri agar hilirisasi inovasi dapat berjalan baik. Pemerintah terus berkomitmen mendorong inovasi melalui program program percepatan, antara lain dengan pemberian pendanaan untuk penumbuhan usaha rintisan. Berkembangnya bisnis startup diyakini mampu menggerakan perekonomian ke arah yang lebih baik.

“Apabila semua proses startup, industri, dan pendidikan mampu terintegrasi dengan baik, maka diharapkan inovasi dapat berkembang dengan baik. Saya mendorong para peserta pelatihan PPBT Business Camp 2018 ini, untuk terus melakukan kajian mengenai target pasar startup yang kalian kembangkan, agar inovasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, ” imbuh Menteri Nasir.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Inovasi Jumain Appe mengatakan, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi selaku penyelenggara Program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) memberikan dana kepada pelaku usaha pemula berbasis teknologi. Dengan tujuan memberikan bekal pengetahuan dan skill dan pendampingan tenan dari Inkubator Bisnis, yang akan melaksanakan kegiatan inkubasi bisnis selama 8 bulan kedepan.

“Pelatihan PPBT Business Camp dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan bisnis dan komersialisasi produk inovasi teknologi agar dapat mengelola perusahaan rintisan/startup dengan baik dan dapat meningkatkan kesuksesan proses hilirisasi produk ke pasar,” ungkap Dirjen Jumain.

Dalam acara tersebut turut hadir Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Marsudi, Perwakilan Direktur PT. Kimia Farma, Perwakilan PT. Anugrah Mutu Maju Bersama, Perwakilan PT. Unilever Indonesia Tbk, Kabiro serta tamu undangan lainnya. (DRA)

Sumber: https://www.ristekdikti.go.id/kemenristekdikti-bekali-pegiat-startup-pengetahuan-dan-keterampilan-mengembangkan-perusahaan-melalui-pelatihan-ppbt-bussiness-camp/

SILAHKAN DOWNLOAD FILE PANDUAN PPBT 2019

 

 

Kemenristekdikti Berlanganan E-Journal Senilai Rp.14,8 M, Dosen, Peneliti, dan Mahasiswa dapat Mengakses Secara Gratis

Surabaya – Kabar gembira bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa di Indonesia. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2018 ini berlangganan database e-journal senilai Rp.14.815.350.000,-.

Peneliti, dosen, dan mahasiswa di Indonesia dapat mengakses database tersebut secara gratis, sebagai referensi berkualitas bagi penelitian dan publikasi.

Tahun 2018 ini, langganan database e-journal dibagi dalam empat paket untuk seluruh perguruan tinggi dan dua paket untuk lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) dibawah koordinasi Kemenristekdikti.

Database e-journal yang dilanggan diantaranya

EBSCO (Agriculture Plus, Computers & Applied Science, Engineering Source), Cangage (Business and Economic, Educational Database, Social Science, Humanities and Arts),
ProQuest (Arts & Humanities, Biological Science Database).

Khusus untuk LPNK ditambah dengan database Science Direct (Engineering, Chemical Engineering, Decision Science, Environmental Science, Social, Energy, Chemistry, Earth and Planetary, Biochemistry, Genetics and Molecular Biology) dan Scopus.

Direktur Pengelelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti Sadjuga, menjelaskan bahwa statistik jumlah pencarian pada database e-journal yang dilakukan oleh perguruan tinggi tahun 2017 sebanyak 3.449.092 pencarian dan jumlah unduhan fulltext artikel sebanyak 895.31, yang artinya rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 26%.

“Untuk LPNK, rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 472% atau 38.865 akses pencarian dan jumlah unduhan sebanyak 183.533 fulltext artikel,” ujar Sadjuga dalam lokakarya peningkatan kompetensi pemanfaatan database e-journal di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya (14/08) .

Masih minimnya publikasi ilmiah peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia di jurnal ilmiah yang terindeks oleh pengindeks internasional bereputasi, secara umum dikarenakan naskah yang diajukan dinilai kurang bermutu dalam hal orisinalitas dan kebaruan (novelty). Perihal orisinalitas dan kebaruan inilah sebagai akibat rendahnya akses pada referensi primer atau kekurangmutakhiran referensi database peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia.

“Kami memahami berlangganan e-journal ini mahal, sehingga akses dosen, peneliti ataupun mahasiswa terhadap referensi primer seperti ini terbatas. Bertahap, jika anggaran lebih besar kami akan berlangganan database e-journal bidang – bidang ilmu yang strategis lainnya, ”sambung Sadjuga

Selain itu, kerja sama Kemenristekdikti dan forum perpustakaan perguruan tinggi Indonesia terus dilakukan guna meningkatkan kompetensi pemanfaatan database e-journal dengan melaksanakan lokakarya ke beberapa kota di Indonesia.

Pemanfaatan E-Journal

Untuk dapat mengakses database yang dilanggankan oleh Kemenristekdikti, peneliti dan dosen dapat meminta username dan password melalui email helpdesk fasilitasijurnal@ristekdikti.go.id. Khusus untuk dosen dapat juga dilakukan dengan mengakses http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/ejournal/Default.aspx.

Dosen dan mahasiswa dapat mengakses melalui jaringan internet kampus dengan fasilitas IP-Address tanpa username dan password di kampus masing – masing dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan perpustakaan kampus.

“Kami menghimbau untuk dosen, peneliti, dan mahasiswa Indonesia silahkan dimanfaatkan secara maksimal akses e-journal ini,” imbuh Sadjuga.

Username dan password yang diterima tidak boleh diperjualbelikan, disebarluaskan dan ditampilkan dalam web, blog, email terbuka/mailing list dan mengunduh sistematis.

“Dengan adanya akses database ke e-journal, kami berharap meningkatnya publikasi berkualitas yang dihasilkan oleh peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia,” tutup Sadjuga.

Layanan Informasi
Ditjen Penguatan Risbang
dan
Heni Sukmawati
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

 

Portal e-journal:
Ebsco: http://search.ebscohost.com/
ProQuest: http://search.proquest.com
Cengage: http://infotrac.galegroup.com/
– Untuk Pencarian Terpadu: http://ristekdikti.summon.serialssolutions.com
– Panduan Akses E-Resources Tahun 2018
– Helpdesk: fasilitasijurnal@ristekdikti.go.id

KPK MENJAMBANGI P3M POLNAM

Komisi Pemberantasan Korupsi mendatangi P3M Politeknik Negeri Ambon, Kamis dan Jumat 5-6 Juli 2018.  Mendengar KPK mendatangi P3M pasti semua orang akan bertanya-tanya apakah yang sedang terjadi dengan P3M Polnam?, Apakah telah tercium aroma korupsi di P3M Polnam?. Pasti hal inilah yang ada dibenak sebagian orang yang mengetahui kedatangan KPK, atau ada yang mengatakan P3M sedang diperiksa oleh KPK.

Semua anggapan ini adalah salah, karena yang mendatangi P3M Polnam adalah dari Bagian Litbang KPK yang bertujuan untuk mengetahui permasalahan, belajar bagaimana pengelolaan P3M,  mencari solusi dan menjembatani P3M dengan pemerintah pusat. Jadi kedatangan mereka hanya dalam rangka penelitian dan mengumpulkan data. Banyak hal yang dikemukakan oleh Kepala P3M Polnam Dr. Dwi Hariyanti, SE, MM, Ak, CA kepada KPK salah satunya adalah terlambatnya pencairan dana simlitabmas kepada para dosen yang mengakibatkan seluruh jadwal penelitian menjadi terlambat. Permasalahan lain yang dikemukakan adalah laporan keuangan peneliti, padahal seharusnya cukup luaran penelitian yang diutamakan, namun nyatanya laporan keuangan masih ditagih juga oleh Kemenristek di kepada dosen Peneliti, hal lain adalah mesalah honor peneliti yang tidak diperbolehkan dosen menerima honor, hal ini sangat merugikan dosen sebagai peneliti. Biaya penelitian PNBP yang relatif kecil, jangankan melakukan peneliitian di Kep. Banda atau Kab.MBD melakukan penelitian di Pulau Saparua saja dosen harus nombok. Masih banyak masalah lain yang juga sdh di kemukakan oleh Kepala P3m Polnam semuanya demi kepentingan dosen peneliti di lingkungan Polnam.

Semoga Apa yang dikemukakan oleh P3M tersebut diatas bisa didengar oleh pemerintah pusat, Pemerintah daerah, maupun Pejabat Polnam itu sendiri dalam memperjuangkan aspirasi dosen sebagai peneliti.